Naskah Khutbah Jum'at: Keutamaan Bulan Muharram
Tanggal: 2026-06-15 | Tempat/Masjid: Islamic | Durasi Target: 10 menit
Khutbah Pertama
[Pembukaan Khutbah: Hamdalah, Syahadat, Shalawat, Wasiat Taqwa]
Innal hamdalillahi nahmaduhu wa nasta’inuhu wa nastaghfiruh, wa na’udzu billahi min shururi anfusina wa min sayyi’ati a’malina. Man yahdihillahu fala mudhillalah, wa man yudhlilhu fala hadiyalah. Wa asyhadu an la ilaha illallah wahdahu la syarikalah, wa asyhadu anna Muhammadan ‘abduhu wa Rasuluh.
Allahumma shalli wa sallim wa barik ‘ala Nabiyyina Muhammadin, wa ‘ala alihi wa shahbihi wa man tabi’ahum bi ihsanin ila yaumid deen.
Wasiat Taqwa
Ya ayyuhal mu’minun, ittaqullaha haqqa tuqatih, wa la tamutunna illa wa antum muslimun.
Wahai hamba-hamba Allah, marilah kita tingkatkan ketakwaan kita kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Sesungguhnya sebaik-baik bekal untuk kehidupan dunia dan akhirat adalah ketakwaan.
[Materi Khutbah: Keutamaan Bulan Muharram]
Jama’ah Jum’at yang dirahmati Allah,
Kita berada di awal tahun Hijriyah, bulan yang agung, yaitu Bulan Muharram. Bulan ini adalah bulan pertama dari dua belas bulan dalam kalender Islam, dan ia termasuk dalam empat bulan haram (Asyhurul Hurum) yang dimuliakan oleh Allah SWT.
1. Muharram Sebagai Bulan Haram
Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an:
إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِندَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ۚ ذَٰلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ ۚ فَلَا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنفُسَكُمْ
(QS. At-Taubah: 36)
Artinya: “Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah ialah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam (bulan yang terhormat) itu.”
Keutamaan bulan Muharram adalah karena ia adalah bulan yang Allah sucikan. Oleh karena itu, perbuatan baik di dalamnya dilipatgandakan pahalanya, dan perbuatan dosa serta kezaliman di dalamnya memiliki bobot yang lebih besar. Ini adalah momentum untuk berintrospeksi dan meningkatkan amal shalih.
2. Keutamaan Puasa di Bulan Muharram, Khususnya Hari Asyura
Di antara amalan utama yang sangat dianjurkan di bulan Muharram adalah berpuasa, terutama pada tanggal 10 Muharram, yaitu Yaumul ‘Asyura.
Rasulullah ﷺ bersabda mengenai keutamaan puasa Asyura:
صِيَامُ يَوْمِ عَاشُورَاءَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ
(HR. Muslim)
Artinya: “Puasa pada hari Asyura, aku berharap kepada Allah agar dapat menghapus dosa setahun sebelumnya.”
Saudara-saudaraku, ini adalah karunia besar! Hanya dengan menahan lapar dan dahaga selama satu hari, kita diampuni dosa setahun penuh. Oleh karena itu, hendaknya kita tidak menyia-nyiakan kesempatan emas ini. Jika memungkinkan, kita disunnahkan untuk berpuasa sehari sebelumnya (9 Muharram) atau sehari sesudahnya (11 Muharram) untuk membedakan diri kita dari praktik Yahudi.
3. Muharram Sebagai Awal Tahun Baru Hijriyah
Bulan Muharram menandai dimulainya lembaran baru dalam catatan amal kita. Hendaknya kita memulai tahun ini dengan tekad yang kuat untuk menjadi hamba yang lebih baik, lebih taat, dan lebih bermanfaat bagi sesama.
Barakallahu li walakum fil Qur’anil ‘Adzim... (Dilanjutkan dengan ayat Al-Qur'an yang relevan, misalnya penutup khutbah pertama).
(Khutib duduk sejenak)
Khutbah Kedua
[Pembukaan Khutbah Kedua]
Alhamdulillahil ladzi hadana li hadzal masyhur, wa ma kunna li nahtadiy law la an hadanallahu. Asyhadu an la ilaha illallah, wa asyhadu anna Muhammadan ‘abduhu wa Rasuluh.
Wasiat Taqwa Kedua
Ya ibadallah, ittaqullaha haqqa tuqatih, wa la tasykurunna illa wa antum muslimun.
Wahai hamba-hamba Allah yang mulia, mari kita renungkan kembali makna dari pergantian tahun ini. Muharram adalah panggilan untuk muhasabah (introspeksi). Sudahkah kita memperbaiki shalat kita? Sudahkah kita meningkatkan sedekah kita? Sudahkah kita menjauhi ghibah dan maksiat?
Penekanan Amalan Muharram
Saudara-saudaraku, janganlah kita jadikan bulan Muharram hanya sekadar pergantian kalender tanpa makna spiritual. Jadikanlah ia sebagai titik tolak untuk hijrah sejati—hijrah dari kemaksiatan menuju ketaatan, dari kelalaian menuju kesadaran.
Ingatlah, puasa Asyura adalah sunnah muakkadah (sunnah yang sangat ditekankan). Jika kita melewatkannya, kita kehilangan kesempatan besar untuk menghapus dosa setahun. Mari kita niatkan dengan sungguh-sungguh untuk melaksanakan puasa sunnah di bulan ini, sebagai bentuk syukur kita atas nikmat umur yang masih diberikan Allah SWT.
Doa Penutup untuk Kaum Muslimin
Allahumma inna nas’aluka ridhaka wal jannah, wa na’udzubika min ghadhabika wan nar.
Allahumma aghfir lil muslimina wal muslimat, wal mu’minina wal mu’minat, al ahya’i minhum wal amwat.
Allahumma a’izzal Islam wal Muslimin, wa adzillisy-syirka wal musyrikin, wa dammir a’da’akad dhalimin.
Rabbana atina fid dunya hasanatan wa fil akhirati hasanatan wa qina ‘adzaban nar.
Inna Allaha ya’muru bil ‘adli wal ihsan wa ita’i dzil qurba wa yanha ‘anil fahsya’i wal munkari wal baghyi ya’idhukum la’allakum tadhakkarun. Fa’zkurullaha al ‘Adzim yadhkurkum, washkuruhu ‘ala ni’amihi yazidkum, wa la zikrullahi akbar. Wallahu ya’lamu ma tasna’un.
(Khutbah diakhiri dengan salam dan turun dari mimbar)