Rule of the Game - Ust. Hisyam UMP

Rule yang pertama adalah kejelasan tentang aturan. Jika tidak ada rule, berarti tidak ada aturan. Padahal Al-Qur'an dan nas-nas syariat adalah kumpulan aturan. Hidup kita diatur oleh Al-Qur'an dan tuntunan Allah, mulai dari bagaimana kita duduk, beraktivitas, sampai hendak tidur pun ada doanya.

Jika kita tidak mempunyai aturan dalam hidup, maka hidup akan menjadi tidak tertib. Mau rambut seperti apa, berpakaian seperti apa, baju bolong-bolong, dan lain sebagainya, semuanya menjadi bebas tanpa batas. Padahal Islam mengajarkan kita untuk hidup dengan aturan, termasuk dalam berpakaian.

Yang kedua, jika dalam laptop, pekerjaan, atau usaha tidak ada aturan yang tersusun, semuanya akan berantakan. Kalau semuanya memiliki aturan yang tetap, maka urusan akan lebih rapi.

Yang ketiga, jika tidak ada aturan dalam hidup, maka seseorang akan hidup semaunya sendiri. Mau berpakaian seperti apa, mau berkeliaran seperti apa, mau dipotong atau tidak, mau disetrika atau tidak, semuanya dilakukan tanpa standar. Itulah akibat jika tidak ada aturan.


On Time Means Early

Rule yang pertama: on time means early. Artinya, tepat waktu adalah datang lebih awal.

Jika acara dimulai pukul 1, maka kita wajib hadir sebelum pukul 1. Jika kita datang tepat pukul 1, sebenarnya kita sudah terlambat. Jadi, ketika kita tahu acaranya dimulai pukul 1, kita harus datang lebih awal.

Dengan datang lebih awal, pembelajaran bisa dimulai tepat waktu dan kita bisa mengikuti proses dari awal hingga akhir. Prinsipnya:

Early is on time, on time is late, and late is unacceptable.

Artinya, datang lebih awal adalah tepat waktu, datang tepat pada waktunya sudah dianggap terlambat, dan terlambat tidak bisa diterima.

Jika teman-teman sudah memahami ini, berarti ada aturan yang harus ditaati. Mungkin ada sedikit kelonggaran sekitar 5 sampai 10 menit, tetapi lebih dari itu seharusnya tidak diperbolehkan. Begitulah fungsi aturan.


Berpakaian Menutup Aurat

Selanjutnya, berpakaian harus menutup aurat.

Untuk laki-laki, aurat adalah dari pusar sampai lutut. Aurat ini harus dijaga setiap hari. Jadi, kalau kita sudah tahu batas aurat laki-laki, maka kita harus menjaga pakaian kita agar sesuai dengan aturan tersebut.

Untuk perempuan, aurat adalah seluruh tubuh kecuali wajah dan telapak tangan. Pakaian juga harus longgar dan tidak menampakkan bentuk tubuh. Jika terlalu ketat atau ketika tertiup angin bentuk tubuh terlihat jelas, maka itu perlu diperhatikan kembali.

Kalau kita ingin berdakwah, dakwah itu harus dimulai dari keluarga kita sendiri. Kita harus mulai dari orang-orang terdekat, karena perubahan yang baik dimulai dari lingkungan yang paling dekat.


Semangat Belajar

Siapa yang masih bersemangat hari ini, silakan berdiri semuanya.

Pegang pundak teman atau saudara di sebelahnya. Hari ini kita akan belajar dengan sungguh-sungguh supaya kita bisa berjalan lebih baik. Jangan setengah-setengah. Kita harus siap belajar.

Jika ada yang belum terlalu jelas, silakan bertanya. Jika ada yang tertinggal, silakan disampaikan. Kita boleh memakai model hybrid, tetapi semuanya tetap harus mengikuti satu aturan bersama.

Jika ada suara sekecil apa pun yang mengganggu, maka harus langsung dikondisikan, karena kita berada di dalam ruangan pembelajaran. Kita mengikuti satu waktu dan satu SOP bersama. Yang boleh berarti boleh, yang tidak boleh berarti tidak boleh. Semuanya harus berdasarkan kesepakatan aturan.


Adab Makan dan Minum

Selanjutnya, jika ada yang ingin minum, silakan memperhatikan adabnya.

Kita diingatkan agar tidak membuang makanan sembarangan dan tidak menyisakan makanan secara berlebihan. Sebab, ada faktanya: Indonesia termasuk salah satu negara dengan food waste atau sampah makanan terbesar di dunia, dengan estimasi sekitar 23 sampai 48 juta ton per tahun.

Sebagai perbandingan, satu tongkang di sungai bisa membawa sekitar 3.000 sampai 5000 ton. Jika dihitung, sampah makanan kita bisa setara dengan puluhan tongkang dalam satu hari. Bahkan, sisa makanan berkontribusi sekitar 40% dan sekitar 20% dari total sampah nasional. Sisa makanan yang menumpuk di tempat pembuangan dapat menghasilkan gas metana.

Karena itu, kita perlu belajar menghargai makanan. Jangan sampai makanan yang masih layak justru terbuang sia-sia.

Ada hadis yang mengajarkan bahwa apabila salah seorang di antara kita makan, lalu ada makanan yang jatuh, maka hendaknya ia membersihkan bagian yang kotor dan memakannya, serta tidak membiarkannya untuk setan. Ini mengajarkan kita untuk tidak meremehkan makanan dan tidak mudah membuang sesuatu yang masih baik.


Mengingatkan Sahabat yang Mengantuk

Jika ada sahabat yang mengantuk, ingatkan dengan baik. Jangan mengejek, tetapi bantu agar ia kembali fokus.

Ketika seseorang mengantuk, bisa jadi ia sedang kehilangan konsentrasi. Maka, teman yang lain harus membantu agar proses belajar tetap berjalan. Kita belajar bersama, bukan hanya untuk diri sendiri.


Menjaga Kebersihan

Kebersihan adalah bagian penting dari kehidupan kita. Allah itu baik dan menyukai kebaikan. Allah itu bersih dan menyukai kebersihan. Allah juga menyukai kemuliaan.

Maka, setelah makan, bersihkan sisa makanan. Jangan meninggalkan tempat dalam keadaan kotor. Kalau selesai menggunakan tempat, pastikan kembali dalam keadaan rapi.

Dulu, setelah salat Subuh, kami biasa dari masjid menuju lapangan depan. Di sana kami melakukan kegiatan bersama, termasuk membersihkan lingkungan. Itu kegiatan yang bermanfaat. Cara paling mudah untuk membenahi tempat adalah dengan melakukannya bersama-sama, sehingga pekerjaan menjadi lebih cepat, ringan, dan efisien.


Membawa Gelas Kosong, Bersih, dan Terbuka

Salah satu prinsip dalam mencari ilmu adalah membawa gelas yang kosong, bersih, dan terbuka.

Maksudnya, ketika mencari ilmu, kita membuka pikiran dan menerima ilmu yang disampaikan. Jika ada hal yang berbeda dengan pemahaman kita sebelumnya, kita boleh mendengarkan dulu, memikirkannya, lalu menimbang dengan baik. Jangan langsung menolak ilmu hanya karena berbeda dengan apa yang pernah kita ketahui.

Setiap orang memiliki pengalaman yang berbeda. Karena itu, cara seseorang menerima ilmu juga bisa berbeda. Yang penting, kita tetap menjaga adab, tidak memotong pembicaraan, dan tidak mengganggu teman-teman yang lain.


Mengikuti Pelajaran 100%

Selanjutnya, ikuti pelajaran dengan 100%.

Kenapa harus 100%? Kenapa tidak 30%, 95%, 98%, atau 99%? Karena jika tidak sampai 100%, hasilnya bisa sama dengan 0%.

Kita bisa membayangkan pesawat saat take off. Pesawat membutuhkan landasan yang panjang dan harus mencapai kecepatan tertentu, misalnya sekitar 300 atau 400 kilometer per jam. Jika kecepatannya tidak mencapai titik yang dibutuhkan, pesawat tidak akan bisa terbang.

Begitu juga dalam belajar. Kita tidak bisa hanya 90%, 98%, atau 99%. Kita harus 100% hadir, 100% fokus, dan 100% bersungguh-sungguh.

Setelah itu, rileks dan bergembira. Belajar tidak harus tegang. Santai saja, tetapi tetap serius.


Home Fun Minggu Lalu

Cukup untuk bagian aturan.

Siapa yang masih ingat home fun minggu lalu? Ada home fun, yaitu menghubungi orang tua. Ada yang sudah melaksanakannya?

Salah satu bentuk adab kepada orang tua adalah meminta maaf dan meminta doa. Kita perlu menyampaikan terima kasih kepada orang tua, karena mereka adalah orang-orang yang sangat berjasa dalam hidup kita. Banyak hal besar yang kita dapatkan karena doa, dukungan, dan perjuangan mereka.

Tidak ada orang di dunia ini yang ingin kita bahagia dan sukses setinggi-tingginya selain orang tua kita. Saudara, teman, dan sahabat mungkin juga ingin kita sukses, tetapi orang tua biasanya menginginkan yang terbaik secara maksimal.

Kadang orang tua terlihat keras. Namun, ketika kita sudah menjadi orang tua, kita akan paham mengapa dulu orang tua bersikap tegas. Itu karena mereka ingin melihat anaknya berhasil dan selamat.