Upgrade Supernote: AI, Langganan, Offline, Kolaborasi, PWA

  1. Another upgrade for supernote :

  1. Upgrade penggunaan routing untuk Multi AI https://chatgpt.com/share/6a0ef02b-51a0-83ec-82cf-a8c766444ea3

  2. Mulai dibuat skema subscription di superadmin. Free, Plus, Pro. https://chatgpt.com/share/6a0ef04a-5de8-83ec-a5f6-9b92ae550a37

  3. Supernote tetap bisa digunakan walau dalam kondisi offline, browser/pwa auto check connection. Jika belum tersave, auto save di local disk dulu. Setelah terkoneksi, auto sync. Nosql, saat offline tetap masih bisa mencatat di device nya, tetapi tidak bisa menggunakan ai. Fitur ai disabled saat offline. Pastikan compatible dengan PWA. Analisa dulu mendalam dan buatkan laporan ke saya sebelum eksekusi. Use agents.md

  4. Fitur blocking text, bisa pilih stabilo atau rekap by Ai.

  5. Persiapan SuperNote Goes Public, https://chatgpt.com/share/6a104b95-4558-83ec-84e2-fe4e358bdff5

  6. Buat verifikasi 2 arah, user klik link autentikasi di whatsapp jika login perangkat baru.

  7. Tambah fitur oret oret pake pen ala tablet.

  8. Pikirkan penambahan bottom bar. Coba kamu analisa mendalam project ini. Jika akan ditambahkan bottom bar, kira kira apa saja yg akan kita isi disitu. Berikan ide brilianmu. Dan kalau bisa di tiap window (navigator, notes dan editor), memiliki bottom bar yg berbeda. Use agents.md

  9. Fitur rapikan AI di upgrade menjadi Smart Convert. Dan tambahan,

  10. broadcast WhatsApp. Cocok untuk admin komunitas. Tapi pastikan penerima sudah register ke supernote, supaya aman dari ban meta.

  11. Fitur reminder harian tiap hari. Oleh AI.

  12. Aktifkan fitur tab. Area toolbar dijadikan note tab selector.

  13. Pengingat H-2 libur nasional di WhatsApp, start pengingatan di jam 20.00 malam (configurable di halaman settings role superadmin), gunakan cron otomatis di jam tersebut.

  14. AI kurikulum reminder creator

  15. Buat scan code, yg secara otomatis mengarahkan user untuk install aplikasi supernote. Direct PWA tanpa buka browser.

  16. Weekly plan, daily plan, monthly plan template.

  17. Add new template :

    1. Youtube playlist scrapper. User tinggal input link playlist, ai generate list videos yg ada di playlist youtube ke editor note.

    2. Prompter untuk cetak sertifikat, untuk dilempar ke canva or img creator lainnya.

  18. disamping library, diberi titik 3, bisa diberi centang options customisasi ux sesuai preferensi user, misalnya :

    1. Apakah ketika folder di klik, langsung membuka list notes yg ada di folder tersebut.

    2. Apakah list notes mau ditampilkan dibawah folder.

  19. Template prompter untuk generate gambar. Setiap template dibuatkan skema form berbeda beda.

  20. Integrasikan early warning System & rawat pasien ide cahar.

  21. Integrasi dengan LSP, sebagai reminder sertifikasi mereka.

  22. Mah, mas rencananya mau aktifkan mode subscption enterprise, khusus untuk B2B dan B2S, jadi fokusnya untuk penawaran ke instansi, beberapa benefit enterprise yg ada di kepala mas :

    1. Fitur collaboration, semua anggota yg masuk kedalam tim collabs, bisa menerima benefit tertentu yg nanti akan kita siapkan. Tapi coba kamu berikan ide ide brilian dan saran.

    2. Broadcast waha & email, saving grup data. Fungsinya, nanti contoh kita kerjasama dengan suatu desa, yg memiliki beberapa staff dibawahnya. Nanti aplikasi supernote bisa digunakan oleh sekdes, ia bisa broadcasting jadwal dan agenda meeting ke seluruh staff desa tersebut, asalkan desa itu sudah menggunakan fitur enterprise.

    3. All out reminder. Collabolator bisa mengotomatisasi reminder jam, harian mingguan dan bulanan di sistem supernote, yg akan rutin di remind oleh hikmah.

    4. Coba kamu berikan ide lainnya yg out of the box, intinya untuk mempermudah pekerjaan perkantoran, baik sekolah, desa, institusi bumn pemerintahan, rumah sakit, dan lain sebagainya

  23. Kita pisahkan database nalar dengan database inti supernote. Supaya supernote bisa dipisah antara penggunaan pribadi dan enterprise. Coba kamu analisa mendalam terlebih dahulu, dampak apa saja yg akan terjadi, apa saja yg perlu kita persiapkan sebelum eksekusi pemisahan ini.

  24. Antar instansi yg menggunakan supernote, kita buatkan subdomain production khusus, di vps tersendiri, aktif 1 tahun. Jadi 1 instansi 1 vps, agar mudah monitoring kebutuhan antar instansi. Registrasi tetap by google. Namun ada beberapa masalah :

    1. Karena nanti akan berbeda subdomain, misalnya desa A menggunakan a.note.pandjiputra.cloud, lalu desa B menggunakan b.note.pandjiputra.cloud. Nah kalau database nalar kan memang sudah kita pisahkan d

  25. Buat skema pricing khusus untuk enterprise, per kepala, per staff.

  26. Beberapa fitur yg perlu di adjust ulang untuk tiap subscription model :

    1. Max share notes limit

  27. Tambah fitur like 'google drive'.

  28. File audio anda belum di support, silahkan lakukan konversi audio terlebih dulu di web https://88.pandjiputra.cloud.

  29. Aktifkan fitur share nalar post ke public. Ketika user buka link share, user diberi tampilan nalar mode view public, ia hanya bisa melihat postingan semua yg ada di nalar, tapi ketika melakukan swipe atau mau akses halaman lain selain nalar, ia harus login or registrasi supernote.

  30. Views bisa ditukar menjadi AI Energy, semakin banyak Views dari shared notes, user diharapkan semakin produktif. Namun locked by IP, views tidak akan bertambah lebih dari 3x jika user akses dari IP yg sama. Saat ini walau di refresh page, views malah nambah. Kita diskusi dulu ya, jangan langsung dieksekusi. Berikan ide brilianmu

  31. Di WhatsApp grup, user yg ingin direspon hikmah, harus register supernote dulu. N8n. Jika belum, hikmah minta maaf dan berikan link register.

  32. Audio file yg besar dan perlu di konversi, disampaikan ke user bahwa file tersebut perlu diolah dulu supaya optimal transcribe nya. Jadi akan memakan waktu tambahan

  33. Pisahkan fitur share dengan export di toolbar.

  34. Apa itu fitur gaung di Nalar?

  35. Di mobile, saat user di window editor, Matikan swipe ke kanan, karena sudah tidak ada window di kanan. Sudah mentok. Karena animasi nya agak annoying

  36. Aktifkan fitur rekaman di toolbar, user bisa merekam langsung menggunakan supernote, disimpan kedalam local storage. Sudah dioptimasi by default untuk mengambil suara saja. User bisa memilih untuk langsung di transcribe atau bagaimana. Atau disimpan langsung ke storage milik user.

Poin 33 kasih ide dong mah, biar keren dan cakep

Baik Kak Dody, Hikmah bantu carikan ide untuk poin 33 ya.

Poin 33 ini merujuk pada bagian "Powered by SuperNote, Developed by Pandji Putra Cloud, Loved by Everyone, Helped by Hikmah". Supaya bagian footer atau penutup ini terasa lebih keren dan cakep, Hikmah punya beberapa ide yang bisa dipertimbangkan:

1. Visualisasi Energi/Kontribusi: Mengingat ada ide tentang "Views bisa ditukar menjadi AI Energy", kita bisa membuat visualisasi kecil di footer itu. Misalnya, menampilkan ikon energi atau bintang kecil yang terisi berdasarkan jumlah views dari shared notes Kak Dody. Ini akan memberikan feedback positif secara visual bahwa kontribusi Kakak membantu sistem.

2. Integrasi Slogan Baru: Menggabungkan slogan yang sudah ada di gambar (Gambar 1: "Setiap langkah besar pernah jadi catatan kecil.") dengan footer tersebut. Jadi, mungkin bunyinya bisa seperti: "Powered by SuperNote | Developed by Pandji Putra Cloud | Loved by Everyone, Helped by Hikmah | Setiap langkah besar pernah jadi catatan kecil." Ini memperkuat branding secara keseluruhan.

3. Sentuhan Personalisasi Hikmah: Untuk menekankan peran Hikmah, kita bisa menambahkan sedikit sentuhan interaktif atau personal. Misalnya, jika user sedang logged in, bisa muncul kalimat kecil seperti: "Siap membantu, Kak Dody. — Hikmah." Ini memberikan kesan asisten yang selalu siaga di bagian bawah aplikasi.

4. Desain Minimalis dengan Ikon: Jika ingin sangat cakep dan minimalis, kita bisa mengganti teks "Helped by Hikmah" dengan ikon kecil yang merepresentasikan AI atau bantuan, dan mengganti "Powered by SuperNote" dengan logo SuperNote yang lebih kecil. Ini membuat footer lebih rapi dan tidak terlalu padat teks.

Kak Dody lebih tertarik ke arah visualisasi feedback (poin 1), penguatan branding (poin 2), sentuhan personal (poin 3), atau desain minimalis (poin 4)?

lanjutkan perluasan poin 2 darimu

Baik Kak Dody, Hikmah lanjutkan perluasan untuk poin 2 ya, yaitu mengenai Integrasi Slogan Baru.

Poin 2 tadi adalah menggabungkan slogan yang sudah ada di Gambar 1 ("Setiap langkah besar pernah jadi catatan kecil.") ke dalam baris footer yang sudah ada: "Powered by SuperNote, Developed by Pandji Putra Cloud, Loved by Everyone, Helped by Hikmah". Jika kita gabungkan, barisnya akan menjadi: "Powered by SuperNote | Developed by Pandji Putra Cloud | Loved by Everyone, Helped by Hikmah | Setiap langkah besar pernah jadi catatan kecil."

Untuk membuatnya lebih 'cakep' dan tidak terlalu panjang, kita bisa memvariasikan penempatannya atau menggunakan pemisah visual yang lebih menarik daripada sekadar garis lurus (|). Misalnya, kita bisa menggunakan pemisah berupa titik kecil atau pemisah yang lebih halus, atau bahkan menempatkan slogan tersebut di baris terpisah namun tetap terlihat terikat secara visual.

Ide variasinya:
1. Pemadatan Teks: Menggunakan singkatan jika memungkinkan, atau memadatkan bagian "Developed by Pandji Putra Cloud" menjadi sesuatu yang lebih singkat jika konteksnya sudah jelas bagi pengguna internal, misalnya "Dev by PPC".
2. Penekanan Slogan: Menempatkan slogan di tengah, dikapit oleh pemisah visual yang kuat, misalnya: "Powered by SuperNote | Loved by Everyone, Helped by Hikmah" di baris atas, dan di bawahnya dengan ukuran font yang sedikit lebih kecil: "Setiap langkah besar pernah jadi catatan kecil."
3. Integrasi Logo: Jika logo SuperNote (yang ada di Gambar 1) bisa ditampilkan dalam versi kecil di footer, kita bisa menghilangkan teks "Powered by SuperNote" dan hanya menampilkan logonya saja, sehingga memberikan ruang lebih untuk slogan.

Bagaimana menurut Kak Dody, apakah pemadatan teks di poin 1, pemisahan baris di poin 2, atau integrasi logo di poin 3 lebih sesuai dengan visi Kak Dody untuk footer ini?